Menanti Nasib Mourinho di Manchester United

Pelatih Manchester United Jose Mourinho dalam pertandingan final piala FA antara Chelsea melawan Manchester United di Wembley stadium, London (19/5/18). AP Photo/Tim Ireland

 “Jose, musim yang menyedihkan untuk Anda. Bisa dijelaskan?

“Maaf, tapi coba Anda sebutkan siapa manajer lain yang bisa mencapai posisi enam di liga, menembus Liga Europa ketika ada konspirasi yang menghadang dirinya dan timnya. Saya kira, kami juga cuma punya enam pemain musim ini. Enam pemain.”

“Bagaimana dengan musim depan?”

“Kami akan menjadi juara. Tapi kami harus ikut kompetisi 5v5 Liga Primer karena berbagai cidera yang kami dapatkan.”

“Anda yakin akan memenanginya?

“Tentu saja. Saya sudah melatih indera keenam saya untuk hal-hal semacam ini.”

Percakapan di atas terjadi saat seorang reporter bertanya pada Jose Mourinho mengenai performa buruk timnya. Tentu saja wawancara itu fiktif dan Mourinho dalam wawancara tersebut adalah sosok yang ditirukan oleh Conor Moore: seorang impresionis asal Irlandia yang piawai dalam membuat parodi tokoh-tokoh terkenal, wabilkhusus dari dunia sepakbola.

Video wawancara fiktif itu dibuat dan diunggah Moore dalam akun Youtube-nya pada 22 Juli 2017. Selain Mourinho, Moore juga menirukan Arsene Wenger, Jurgen Klopp, serta Pep Guardiola di video tersebut. Tiruan yang dilakukan Moore terhadap Mourinho sangatlah presisi, terutama ketika ia mengucapkan kata “think” menjadi “sink”.

Jika Anda kerap melihat atau mendengar Mourinho ketika berbicara, Anda akan tahu betapa kata “sink” tersebut merupakan salah satu ciri khas manajer Manchester United tersebut. Pelafalan kata “think” menjadi “sink” itu terjadi tampaknya dikarenakan lidah Portugis Mourinho yang kaku. Hal ini menarik karena Mourinho mampu berbicara dalam enam bahasa: Portugis, Inggris, Spanyol, Katalan, Italia, dan Perancis.

Namun demikian, bukan saja tiruan Moore yang mengocok perut, melainkan juga apa yang ia katakan. Dengan menyebut “….kami harus ikut kompetisi 5v5 Liga Primer karena berbagai cidera yang kami dapatkan”, ia juga menyindir telak Mourinho yang selalu punya alasan tiap menderita kekalahan.

Kadang ia menyalahkan wasit, kadang ia menduga ada konspirasi global yang ingin menghancurkan kariernya, kadang ia mengkritik performa pemainnya sendiri di media, dan kadang ia juga mengejek tim lawan tak pantas menang. Jika pun ia mengakui kekalahannya, hal tersebut terjadi bukan karena kesalahannya, melainkan, ya, memang begitulah hasil yang terjadi.

Beberapa tahun lalu, ketika ia masih berada di puncak kejayaan, banyak pengamat mengatakan bahwa segala hal yang dilakukan Mourinho tersebut adalah strategi psywar-nya untuk mengalihkan perbincangan mengenai timnya. Ia dianggap seperti sosok pelatih yang rela berkorban karena melakukan hal tersebut.

Baca Juga :   Persib Bandung tahan imbang tuan rumah Semen Padang 0-0

Hanya saja, sejak ia kembali ke Chelsea dan kini sudah musim kedua menangani United, tuah Mourinho sepertinya mulai habis tak tersisa. Strategi pragmatisnya pun kini menjadi olok-olok. Terutama usai dua kekalahan yang diderita United dalam tiga pertandingan awal Liga Primer Inggris musim ini, Mourinho seperti tinggal menunggu waktu untuk didepak dari Old Trafford.
Salah Manajemen atau Salah Mourinho?

Menjelang dimulainya Liga Primer Inggris musim ini, Mourinho kerap mengeluhkan kinerja manajemen United di bursa transfer. Hingga bursa ditutup, manajemen Red Devils hanya mendapatkan tiga pemain yakni gelandang Fred, bek sayap Diogo Dalot, serta kiper veteran, Lee Grant.

Sebelumnya, beberapa pemain incaran Mourinho yang santer diberitakan adalah Willian Borges (Chelsea), Toby Alderweireld (Tottenham Hotspur), Harry Maguire (Leicester City), Alex Sandro (Juventus), Yerry Mina (Barcelona), Ivan Perisic (Inter Milan), Ante Rebic (Eintracht Frankfurt), hingga Gareth Bale (Real Madrid).

Kegagalan manajemen United di bursa transfer tersebut nyaris selalu diungkapkan Mourinho dalam tiap wawancara. Ia pun mengkritik beberapa pemain intinya yang belum kembali dari libur panjang usai Piala Dunia 2018 untuk mengikuti sesi latihan, antara lain Paul Pogba, Romelu Lukaku, dan Jesse Lingard.

“Saya harap anak-anak yang layak mendapatkan liburan dapat menjaga diri mereka masing-masing dan sebaiknya mereka kembali lebih awal untuk latihan seperti (Marcus) Rashford dan Phil Jones demi membantu tim, karena di awal musim kami akan mengalami banyak kesulitan,” ungkap Mourinho usai dikalahkan telak Liverpool 1-4 dalam laga uji coba di Michigan, Amerika Serikat, (30/07/2018).

Prediksi Mourinho tak salah-salah amat. Setelah menang dari Leicester City 2-1, United tumbang dalam dua laga berturut-turut: dari Brighton (2-3) dan Tottenham Hotspur (0-3). Kekalahan terakhir dari Spurs yang terjadi Selasa dinihari (28/08/2018) membuat Mourinho tak lagi dapat menyembunyikan kekesalannya saat konferensi pers pasca pertandingan.

“Musim lalu kami kalah di sini melawan Sevilla (di Liga Champions) dan kami disoraki karena kami memang pantas mendapatkannya, karena kami memang tidak bagus, kami tidak cukup berbahaya, karena Sevilla memang layak menang. Dan hari ini para pemain meninggalkan lapangan setelah kalah di kandang sendiri dan kami diberi tepuk tangan karena mereka memang layak mendapatkannya,” ucap Mourinho.

Kekesalan Mourinho bermula sejak salah seorang jurnalis menanyakan pertahanan United yang kebobolan tiga gol. Alih-alih menjelaskan dengan benar, Mourinho justru menjawab tentang gaya permainannya yang selama ini juga kerap kena kritik.

“Ketika saya menang di banyak pertandingan dan Anda tidak senang karena yang terpenting adalah bagaimana cara bermain. Jadi, saya minta maaf, saya harus tahu apa yang terpenting menurut Anda. Apakah bermain bagus atau memenangkan pertandingan? Bermain menyerang atau hasil akhir? Hari ini kami bermain agresif dan menekan. Tottenham tidak dapat membuat dua operan dari lini belakang. Mereka membuat banyak kesalahan karena kami terus menekan mereka.”

Baca Juga :   Edy Rahmayadi Didesak Lepas Jabatan Ketua Umum PSSI

Mourinho kembali melanjutkan kekesalannya jelang akhir konferensi seperti yang masih dikutip dari BBC.

“Apakah Anda tahu hasilnya? 3-0. Apakah Anda tahu apa artinya ini? 3-0, tapi juga berarti tiga gelar juara Premier League dan saya sudah memenangi gelar Premier League sendirian dibandingkan 19 manajer klub lain. Tiga untuk saya, dua untuk mereka. Respek, bung. Respek, respek,” sembur Mourinho sambil berlalu meninggalkan ruangan.

Mourinho tentu berhak jengah dengan kinerja manajemennya. Ia juga punya kuasa untuk mengkritik para pemainnya. Tapi jika dilihat sejak awal ia tiba di Old Trafford, pemain-pemain yang didatangkan manajemen sesuai keinginannya pun juga tidak terlalu memiliki andil positif dalam permainan tim, kendati musim lalu mereka berhasil mengawinkan gelar Piala FA dan Liga Europa.

Sejak tiba, Mourinho sudah mendatangkan 10 pemain, dengan dua di antaranya memecahkan rekor transfer: Paul Pogba (105 juta euro) dan Romelo Lukaku (84,7 juta euro). Dilansir Transfermarkt, para pemain tersebut antara lain Paul Pogba, Romelu Lukaku, Nemanja Matic, Henrikh Mkhitaryan, Eric Bailly, Victor Lindelöf, Alexis Sánchez, Diogo Dalot, Lee Grant, Fred.

Dari laga terakhir kontra Spurs, Whoscored mencatat tak satupun empat pemain bintang United yang didatangkan Mourinho yang memiliki nilai 6,5. Lukaku (6,2), Matic (6,0, ia bahkan juga digantikan Marouane Fellaini pada menit 61), Sanchez (baru masuk menit 55 dan mendapat nilai 6,1), lalu yang terburuk adalah pemain termahal: Pogba (6,0).

Adapun pemain United dengan nilai tertinggi dalam pertandingan tersebut adalah Luke Shaw dengan torehan 7,2. Shaw merupakan pemain yang kerap berkutat dengan cidera dan karena itu, tak sekali dua kena sindir Mourinho. Sebagaimana yang sempat dikatakan bekas manajer Real Madrid tersebut ketika Shaw cidera saat United kontra Swansea musim lalu.

“Saya kira Shaw akan mengalami cidera serius, sebab meninggalkan lapangan ketika pertandingan baru berjalan 10 menit pastinya cidera tersebut benar-benar serius,” kata Mourinho.
Ed Woodward, Martial, dan Kandidat Pengganti Mourinho

Liga Primer Inggris memang baru dimulai, namun dengan segala hasil buruk yang menimpa United dari laga-laga awal, bukan tidak mungkin Mourinho akan segera didepak oleh klub. Rumor mengenai akan didepaknya Mourinho juga menguat jika melihat bagaimana relasinya dengan Ed Woodward, Wakil CEO United, dan salah satu pemainnya, Anthony Martial.

Baca Juga :   Petenis Jepang Osaka siap pertahanan gelar US Open

Ketegangan antara Mourinho dengan Woodward terjadi dalam bursa transfer musim ini. Mourinho menganggap kinerja Woodward buruk karena tidak mendapatkan para pemain incarannya. Sementara Woodward sendiri cenderung bersikap irit dan tak lagi jor-joran dalam bursa transfer.

Terlebih beberapa pemain incaran Mourinho juga berada dalam kategori super mahal, seperti Bale atau Perisic. Harga keduanya di pasaran sudah pasti akan memakan dana lebih dari 100 juta pound. Usai kekalahan dari Brighton, Mourinho sempat mengatakan bahwa hubungannya dengan Woodward baik-baik saja, namun hal tersebut juga dapat ditafsirkan sebagai upayanya untuk tidak memanas-manasi situasi.

“Tentu saja semua baik-baik saja. Tidak ada masalah sama sekali,” ujarnya seperti dikutip dari Sky Sport.

Ketegangan antara Mourinho dan Woodward juga makin diperpanas dengan relasi manajer asal Portugal tersebut dengan Martial. Situasi sengit antara keduanya dimulai ketika si pemain Perancis tersebut tidak mengikuti sesi latihan pra musim United karena harus menjaga istrinya melahirkan anaknya yang diberi nama Swan.

Mourinho menganggap hal tersebut adalah bentuk pembangkangan, sementara Martial bersikeras bahwa keluarga selalu menjadi yang utama. Sebagaimana yang sempat ia tulis di akun Twitter resminya: “Terima kasih untuk semua dukungannya. Swan kecil baik-baik saja, kondisi sulit justru dirasakan ibunya, tapi puji tuhan kini ia telah membaik. Saya minta maaf, tapi keluarga selalu jadi nomor satu.”

Sejak itu, relasi Mourinho dengan Martial hingga kini belum juga membaik. Saat United jumpa Spurs, Mourinho dengan sengaja tidak memasukkan nama Martial, bahkan sebagai pemain cadangan sekalipun. RMC Sport, situsweb olahraga dari Perancis, melaporkan bahwa Martial amat kecewa dengan keputusan Mourinho tersebut.

Sebelumnya, Mourinho dikabarkan sempat meminta Woodward agar menjual Martialagar dapat mendapat tambahan uang untuk mendatangkan pemain baru. Woodward menolak hal tersebut karena menganggap Martial masih memiliki prospek yang cerah di Old Trafford. Ketegangan di antara tiga pihak ini pun menjadi berlapis-lapis.

Dengan keadaan yang sekarang, tak heran jika banyak yang berspekulasi posisi Mourinho akan segera digantikan. Beberapa nama beken, seperti Zinedine Zidane, Mauricio Pochettino, Antonio Conte, hingga Laurent Blanc dikabarkan siap dipinang United.

Peluang terbesar tentunya dimiliki Zidane, karena selain sedang menganggur, kedatangannya tidak membawa sentimen apapun dibanding jika membawa Pochettino atau Conte yang pernah melatih tim rival. Sementara nama lain yang juga potensial dan berhak diberi kesempatan adalah Ryan Giggs.

Atau kalau memang diperlukan, siapa tahu Arsene Wenger bisa dibujuk

Sumber https://tirto.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *