Cahill Umumkan Pensiun dari Timnas Australia

MELBOURNE – Tim Cahill resmi mengundurkan diri dari timnas Australia. Pria 38 tahun itu mengumumkan pensiun disela-sela liburan setelah bermain di Piala Dunia 2018.

Cahill telah memperkuat The Socceroos selama 14 tahun terakhir dan mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak untuk tim tersebut. Selama memperkuat timnas Australia, Cahill mencatatkan 107 penampilan dan 50 gol.

Dia merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Australia. Mantan pemain Everton ini juga berhasil mempersembahkan gelar Piala Asia untuk Australia pada 2015. Dia juga memimpin Australia di empat Piala Dunia yakni 2006,2010,2014 dan 2018.

“Bagi saya, ini adalah waktu  yang tepat. Saya punya firasat harus berhenti di timnas. Saya pikir sudah cukup bermain di empat Piala Dunia, Piala Asia, Olimpiade, mengoleksi 107 pertandingan dan mencetak 50 gol. Itu bukan keputusan yang mudah. ??Saya tidak ingin itu menjadi momen yang menyedihkan.Ini adalah kesenangan dan suatu kebanggan untuk pensiun pada usia 38 tahun,” kata Cahill dikutip dari Reuters saat melakukan Konfrensi pers pada Jumat (20/7/2018)

Baca Juga :   Saatnya Jose Mourinho Berguru Pada Eric Cantona

Cahill pensiun sebagai salah satu pemain hebat sepak bola Australia. Gol yang dia lesakan kerap tercipta dalam pertandingan penting untuk Australia. Sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung, dia telah berjuang untuk bermain di level klub selama setahun terakhir.

Dia meninggalkan klub A-league Melbourne City pada bulan Desember 2017 dan kembali ke Millwall yang merupakan klub pertama yang melambungkan namanya pada 20 tahun lalu. Cahill tampil hanya 10 kali untuk Millwall di divisi Championship (kasta kedua tertinggi di Inggris) pada 2017.

Cahill mengatakan terus melatih kebugarannya agar prima ketika memimpin Australia di Piala Dunia 2018. “Enam bulan sebelum Piala Dunia berlangsung, Saya telah berlatih keras untuk memastikan saya siap secara fisik dan mental.  Ketika Anda berusia 38 tahun dan sudah tampil di empat Piala Dunia, satu hal yang saya pelajari adalah bahwa saya ada di sana untuk negara saya. Ini tentang rekan-rekan setim saya, ” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *