Desa Pulau Pahawang Pesawaran

Mari Kita Lestarikan Alam

 Desa Pulau Pahawang memiliki dusun Pahawang, Kalangan, Suak Buah, Penggetahan serta Jeralangan dan berkembang dengan hadirnya pedukuhan-pedukuhan Suak Gebang, Suak Latak, Cukuh Nyai, Cukuh Kunda, Cukuh Bedil dan Suak Panjang. Kalangan adalah dusun yang terletak di daratan pulau Sumatera yang dipisahkan oleh laut dengan jarak tempuh antar keduanya 1/4 jam dengan perahu ketinting.

Desa Pulau Pahawang saat itu berstatus kampung dan masuk dalam wilayah Marga Punduh. Oleh karena itu secara adat istiadat warga Pulau Pulau Pahawang mengikuti aturan Marga Punduh. Untuk urusan pemerintahan dipimpin oleh Mandara dan urusan keagamaan dipimpin oleh H. Dul Malik. Pada tahun 1980 secara definitif Pulau Pahawang ditetapkan menjadi desa.

Pahawang merupakan salah satu objek wisata bahari yang paling terkenal di provinsi Bandar Lampung. Pulau yang terkenal dengan keindahan alam baharinya ini masuk dalam kawasan Kecamatan Panduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan.

Untuk sampai di kawasan Pulau Pahawang, dari pusat Kota Bandar Lampung menempuh jarak sekitar 25 km atau 2 jam perjalanan darat menuju Pelabuhan Ketapang. Dari pelabuhan yang ramai perahu dan aktivitas nelayan ini, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu boat selama 40 menit.
Sami Mutarom, guide lokal Dinas Pariwisata Bandar Lampung menuturkan, hingga penghujung 2015 belum ada trayek angkutan umum yang melayani rute Bandar Lampung – Pelabuhan Ketapang. Untuk memajukan wisata yang ada di Lampung, Sami mengharapkan terciptanya angkutan umum yang terkoneksi dari objek wisata yang satu ke objek wisata lainnya yang ada di Lampung. Sehingga memudahkan para wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, untuk lebih mengenal anekarupa keindahan alam Indonesia, karena keragaman alam dan budaya merupakan salah satu pesona Indonesia.

Baca Juga :   Cuma Rp 10 Ribu, Indahnya Menikmati Wisata Waduk Sermo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *